Kamis, 11 April 2013

DINAMIKA KELOMPOK SOSIAL

DINAMIKA KELOMPOK SOSIAL


1.     Pengertian Dinamika Kelompok Sosial

Proses perubahan dan perkembangan akibat adanya interaksi dan interdependensi, baik antar anggota kelompok maupun antara anggota suatu kelompok dengan kelompok lain.

2.     Aspek Dinamika Kelompok

a)     Kohesi atau persatuan
b)     Motif atau dorongan
c)      Struktur
d)     Pimpinan
e)     Perkembangan kelompok

3.     Faktor-faktor Pendorong Dinamika Kelompok Sosial

a.  Faktor dari luar (ekstern)
(1)   Perubahan situasi sosial
(2)   Perubahan situasi ekonomi
(3)   Perubahan situasi politik

b.  Faktor dari dalam (intern)
(1)   Adanya konflik antar anggota
(2)   Adanya perbedaan kepentingan
(3)   Perbedaan paham
(4)   Pergantian anggota kelompok.

4.     Pola Relasi Antar Kelompok Sosial

a)     Kolonialisme
Penguasaan wilayah oleh kekuasaan asing disertai dominasi sosial ekonomi atas masyarakat asli setempat.

b)     Pemindahan
Dominasi disertai pemindahan kelompok masyarakat yang terdominasi ke tempat lain.
Misalnya :    - Bangsa Eropa terhadap penduduk asli Amerika (Suku Indian)
(1)    Suku Aborigin di Australia.
(2)    Suku Maoris di New Zeland.

c)      Genosida
(1) Pembunuhan secara sistematis dalam rangka menghancurkan kelompok ras, etnis, atau agama tetentu.
Misalnya: Pembantaian 6 juta orang Yahudi oleh Nazi Jerman

d)     Perbudakan
           Sistem perhambaan yang terlembagakan.

e)     Segregasi
Pemisahan kelompok ras atau etnis secara paksa.
Misalnya : Politik apartheid di Amerika Serikat

f)      Resistensi
Salah satu strategi yang dilakukan oleh kelompok minoritas sebagai upaya untuk menghindarkan diri dari kontak yang tidak mengenakkan dengan kelompok dominan melalui jalan mensegregasi sendiri dengan memilih mengisolasi diri.
Misalnya : Mahatma Gandhi terhadap orang kulit putih.

g)     Diskriminasi
Perlakuan tidak adil yang dilakukan secara sengaja terhadap orang atau kelompok lain yang didasarkan ada prasangka mengenai identitas agama, ras atau entis.

h)     Amalgamasi
Upaya menyatukan kelompok yang ada untuk membentuk generasi baru dengan cara melakukan pernukahan campuran/silang.

i)      Asimilasi
Proses suatu kelompok meninggalkan tradisi budayanya sendiri dan menjadi bagian dari kelompok budaya lain yang berbeda.

j)      Pluralitas
Suatu keadaan dimana kelompok yang berbeda ras, etnis dan agama saling memelihara identitas budaya dan jaringan sosial, serta tetap bersama-sama berpartisipasi dalam sistem ekonomi dan politik.

k)     Multikulturalisme
Kebijakan publik yang mendorong seluruh kelompok budaya dalam masyarakat untuk bersedia menerima dan berinteraksi dengan kelompok lain secara sederajat.


5.     Proses Perkembangan Kelompok Sosial

a.  Masyarakat Pedesaan (rural community)
1)   Pengertian. Masyarakat yang penduduknya bermatapencaharian utama sebagai petani.
Ciri-ciri masyarakat desa menurut Talcot Parson:
Ø  Afeksivitas (kasih sayang, tolong meolong)
Ø  Orientasi kolektif (meningkatkan kebersaman)
Ø  Partikularisme (khusus untuk tempat/daerah tertentu saja)
Ø  Askripsi (keadaan yang sudah merupakan kebiasaan/keharusan)
Ø  Diffuseness (kekaburan)

2)     Tipe-tipe desa berdasarkan perkembangan masyarakat
a)    Desa tradisional (pradesa)
Tipe desa masyarakat terasing
b)    Desa swadaya
(1) Mampu mengolah lahan
(2) Petani mengenal sistem irigasi
c)    Desa swakarsa (peralihan)
(1) Menuju pada kemajuan
(2) Benih-benih demokrasi mulai tumbuh
(3) Kegiatan masyarakat tidak tergantung pemimpin
(4) Mobilitas sosial mulai ada.
d)    Desa swasembada
(1) Desa yang masyarakatnya tergolong sudah maju
(2) Sudah mengenal mekanisme dan teknologi ilmiah
(3) Partisipasi dalam pembangunan sudah efektif

i.                                                        b. Masyarakat Perkotaan (Urban Community)
1.)   Pengertian
Suatu masyarakat yang warganya relatif banyak dengan mata pencaharian utama adalah industri atau pedagangan.

2.)   Ciri-ciri masyarakat kota menurut Talcot Parson :
(a)      Netralitas afektif (memperlihatkan sikap netral, acuh tak acuh)
(b)     Orientasi diri (menonjolkan kepentingan pribadi)
(c)      Universalisme (berpikir obyektif)
(d)     Prestasi (suka mengejar prestasi)
(e)      Spesifitas (menonjolkan sesuatu yang jelas dan tegas)

3.)   Faktor penyebab masyarakat kota bersifat dinamis.
(a)      Pendidikan;
(b)     Uranisasi;
(c)      Komunikasi;
(d)     Industrialisasi dan mekanisasi.

4.)   Dinamika masyarakat kota dalam berbagai aspek kehidupan :
(a)      Aspek ekonomi;
(b)     Aspek social;
(c)      Aspek politik;
(d)     Aspek budaya.

5.)   Dampak positif dan negatif dinamika masyarakat kota:
(a)      Dampak Positif :
ØTingkat pendidikan lebih merata;
ØKomunikasi dan informasi masuk lebih cepat dan mudah;
ØProfesionalisme lebih tejaga;
ØPembangunan dalam berbagai bidang lebih terjamin.
(b)    Dampak Negatif :
ØMuncul sikap individualistik;
ØMemudarnya nilai kebersamaan;
ØMunculnya sikap kurang mempercayai pihak lain;
Ø  Memudarnya perhatian terhadap budaya lokal dan budaya nasional, terutama dikalangan generasi muda.

1 komentar: